Translate

Rabu, 08 Mei 2013

Aku Pernah Pendarahan

Tidak pernah terbayang dalam benakku ketika pertama kali melangkahkan kaki memasuki gerbang ST3 Tawangmangu, akan ada banyak kisah yang tidak akan pernah terlupakan.  Salah satunya aku pernah mengalami sakit pendarahan.

Pengalaman itu terjadi waktu tingkat pertama semester kedua.  Mengerikan....darah seperti sedang haid tetapi keluarnya banyak sekali disertai dengan gumpalan-gumpalan darah padat.  

Hari pertama, aku pikir itu biasa...sampai pada akhirnya aku rasa ada yang aneh karena pembalut tidak lagi mampu menadah darah yang keluar.  Aku pikir mungkin kurang tebal, jadi aku susun 3 biji pembalut sekali pakai, namun hasilnya sama....tetap tidak tertampung.  Dan itu terjadi sepanjang hari dan semakin parah.

Hari kedua, tidak ada perubahan yang terjadi...darah terus mengalir seperti air kencing.  Tidak ada lagi uang untuk membeli pembalut, ada beberapa teman dan staf yang membantu membelikan tetapi sepertinya tidak menolong, karena setiap 10 menit harus ganti.  Akhirnya ada teman yang bersedia meminjamkan "perlak"nya supaya tidak tembus di kasur.  Sudah tidak ada lagi celana dalam, celana pendek ataupun celana panjang....semuanya sudah kena darah.  Aku sudah lemas....sampai ada satu teman kamarku yang bersedia membantu mencucikan pakaian bekas darahku.  Aku hanya terbaring, setiap 5-10 menit harus ke kamar mandi untuk mengeluarkan darah.  Belum sampai jongkok...darah sudah keluar seperti air kencing disertai gumpalan-gumpalan.  Dan  terus seperti itu ketika aku ke kamar mandi.  

Hari ketiga, masih belum nampak berbeda.  Badan semakin lemas, pucat dan akupun tidak bisa makan...selalu keluar lagi.  Ada salah satu staf yang menganjurkan untuk ke rumah sakit tetapi aku tidak punya uang, akhirnya dibawa ke dokter praktek dekat kampus (kalau tidak salah beliau mengajar kelas tambahan P3k di ST3 waktu itu).  Dengan peralatan sederhana dan hanya mengecek tekanan darah, beliau bilang tidak apa-apa cuma kecapekan.  Aku diantar sama kakak tingkat...kami pergi jalan kaki karena dekat...tetapi saat pulang aku pingsan karena lemas.  

Hari keempat, tetap sama.  Wajahku semakin pucat, pandangan mata kabur dan hanya bisa tiduran.  Terlintas dibenakku, apa mungkin aku akan "dipanggil Tuhan" di sini.  Tetapi pada saat itu imanku bangkit, aku teringat kisah perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun dan disembuhkan.  Aku hanya 4 hari....terlalu mudah bagi Tuhan untuk menolong.  Aku berdoa diawal pagi itu mengimani bahwa "darahku tidak akan keluar lagi sampai jam 12 malam, cukup 4 hari".  Sepanjang siang darah masih mengalir bahkan sampai jam 11 malampun tetap seperti itu....namun berusaha mengkuatkan iman.  Dengan bantuan teman sekamarku aku ke kamar mandi setiap 15 menit.  Jantungku berdebar ketika jam 11.45 ke kamar mandi tetapi belum nampak ada yang berbeda.  Aku beranikan diri ke kamar mandi tepat pukul 12.00,  PUJI TUHAN.... doaku terjawab !!!  Darah tidak keluar lagi setetespun, aku menangis di kamar mandi.  Dan ajaibnya...besok pagi sudah segar kembali dan bisa kuliah lagi.

Tuhan mengajarkanku bagaimana mengimani sesuatu bisa terjadi.  Dia itu dasyat, tidak ada yang mustahil bagi-Nya tetapi Dia juga menghendaki iman kita bekerja untuk membuktikan kedasyatan-Nya.  Tuhan memberkati.


" WHAT MATTERS IS NOT FAITH AND WORKS, IT IS NOT FAITH OR WORKS, IT IS FAITH THAT WORKS"


Tidak ada komentar:

Posting Komentar