Translate

Rabu, 01 Mei 2013

Dapurku Istanaku


Diawal pernikahanku memasak menjadi pekerjaan yang sangat menakutkan.  Bagaimana tidak, memiliki suami yang hobi kuliner sedangkan pengalamanku dalam masak memasak sangatlah minim.  Belum lagi kami punya latarbelakang yang berbeda soal selera makanan.  Dia berasal dari keluarga yang ahli dalam mengkombinasikan berbagai bumbu menjadi masakan istimewa yang lezat, sedangkan aku berasal dari keluarga yang gemar dengan masakan-masakan sederhana ala "ndeso."

Masa-masa awal aku menyajikan masakan untuknya, dia bilang sih selalu "enak"....hahaha...melihat ekspresi wajahnya aku tahu itu hanya untuk menyenangkan aku saja.  Pernah suatu kali aku masak rawon untuknya tapi ukuran irisan sereinya seruas jari-jari....hehe...dia bilang "sayang rasanya sih enak tapi lain kali sereinya dihalusin ato di memarkan saja, supaya kalau makan tidak ribet."  Dan masih banyak lagi pengalaman unik dan menggelitik tentang dapur diawal pernikahan kami.

Sekarang bisa dikatakan "Dapurku Istanaku", suatu tempat istimewa dimana aku bisa membuat masakan spesial untuk orang-orang spesial di hidupku.  Tidak salah kalau ada yang bilang "Cinta tumbuh di dapur".  Sering saat aku sedang masak, suamiku menyempatkan diri memeluk diriku dari belakang sambil bertanya "masak apa hari ini sayang ?"  Aku hanya merasa suamiku bahagia dengan apa yang selama ini kulakukan untuknya.

Ibu rumah tangga harus "memasak."  Sesibuk apapun kita sempatkan diri memasak untuk orang yang kita sayangi, percaya atau tidak percaya itu menjadi salah satu bentuk perhatian yang tidak tergantikan.  Selamat mencoba!!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar